Buntok (Humas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Barito Selatan menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan dari 19 instansi, termasuk instansi yang telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) maupun yang belum. Rapat ini bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tahun 2024.
Ketua Baznas Barito Selatan, H. Muhammad Syukri menyampaikan pentingnya peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam ZIS.
“Zakat memiliki peran penting dalam membantu masyarakat kurang mampu, sekaligus menjadi sarana pemerataan ekonomi. Maka, sinergi dengan UPZ menjadi hal yang sangat krusial,” ujar H. Muhammad Syukri.
Selain itu, Ketua Baznas mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam pelaksanaan pengumpulan dan pendistribusian guna menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat.
“Kami berupaya memastikan bahwa setiap dana yang terkumpul dapat disalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambah H. Muhammad Syukri.
Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Baznas, H. Arbaja yang memberikan gambaran mengenai program kerja Baznas untuk tahun mendatang.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan sinergi dengan seluruh instansi pemerintah guna memaksimalkan pengumpulan dan pendistribusian ZIS secara transparan dan akuntabel,” tegas H. Arbaja.
Namun demikian, H. Arbaja juga mengimbau agar kerjasama dan kolaborasi antara Baznas dan instansi terkait terus ditingkatkan.
“Kerjasama yang solid sangat diperlukan untuk memastikan program-program yang direncanakan dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam paparan selanjutnya, Ketua II Baznas, H. Burhanudin juga menyampaikan tentang pentingnya penguatan kelembagaan Baznas.
“Penguatan kelembagaan sangat krusial untuk mendukung operasional Baznas agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Meski demikian, H. Burhanudin juga mengingatkan tantangan yang akan dihadapi dalam proses tersebut.
“Kita harus siap menghadapi berbagai kendala, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia di UPZ,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua III Baznas, H. Fadlan D Achmad juga menyampaikan tentang pentingnya penguatan sistem pengelolaan zakat. Menurutnya, sistem yang kuat dan terintegrasi akan mendorong kepercayaan masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat adalah kunci keberhasilan pengelolaan zakat. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas utama,”tutur Fadlan.

Rapat koordinasi yang diisi dengan diskusi aktif ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, termasuk upaya meningkatkan edukasi dan sosialisasi tentang zakat kepada terhadap Instansi. Dengan langkah-langkah strategis yang disusun dalam rapat ini, Baznas Barito Selatan optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di tahun mendatang.




